Ramai Hiruk Pikuk Startup Industri Kreatif Digital

startup

Apa yang kalian tahu tentang istilah satu ini “Startup”? dikalangan dunia industri bisnis kreatif teknologi banyak  sudah mengenal istilah tersebut, tapi setidaknya dikalangan di luar itu pun banyak yang sudah mengenal, UKM (Usaha Kecil dan Menengah) ini merupakan istilah yang sama dengan startup, dimana mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Hanya saja Startup ini bahasa keren dari usaha dibidang industri kreatif teknologi.

Hiruk pikuk globalisasi di Indonesia akan mulai dipenuhi dengan yang namanya “Startup”, kenapa? Karena menurut data dan perkembangan diperkirakan nilai ekonomis industri kreatif berbasis digital di Indonesia mencapai Rp 3,9 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 9% pertahun sampai 5 tahun kedepan dan seterusnya, industri bisnis kreatif akan banyak masuk ke pasar Indonesia yang mana bisnis digital ini dapat dipakai di bidang bisnis manapun, para Startup lokal yang memiliki potensial belum tereksplor seluruhnya banyak memberikan ide dan juga solusi menyegarkan untuk masalah yang didapat oleh para pebisnis dalam bidang apapun, kreatifitas, inovasi dan kredibilitas startup yang digandrungi oleh para developer dan programmer ini tidak dapat kita jadikan anak tiri atau sering disebut “Tukang”, sekarang banyak pelaku bisnis digital dengan background programmer atau developer ini menjadi sukses dengan startup yang mereka rintis hanya dalam beberapa tahun.

screen-shot-2014-04-23-at-1-36-16-pm

Dikutip techcrunch

Dunia Internasional mengenal  Facebook CEO Mark Zuckerberg yang terhitung masih belia ini telah membesarkan startup nya dengan user pengguna kira-kira 753 juta dengan pendapatan $ 2.5 milyar tiga bulan terakhir ini, dan PicMix media social terbesar di Indonesia hingga saat ini, aplikasi ini secara mengesankan tlah menari, 15 juta pengguna di seluruh dunia dan diingat PicMix ini belum berusia dua tahun.

 

Tapi tidak sedikit pula para startup ini GAGAL dalam menjalankan bisnisnya, riset data pun mengatakan ha   mpir 80% startup yang merintis usahanya gagal  di tahun pertama, Michael E. Gerber dalam bukunya E-Myth (Entrepreneur Myth) mengatakan , 80% startup bisnis umumnya akan gagal dan mati di awal tahun pertama dimana bisnis tersebut mulai didirikan. Sementara
2080dari 20% yang tersisa, 80% nya akan mati di tahun kelima sejak usaha mereka berdiri. Jadi hanya 4% saja dari populasi bisnis yang berhasil bertahan dan tumbuh menjadi bisnis-bisnis baru yang sangat sukses. Dikarenakan pendapatan yang belum ada, tapi argometer pengeluaran sudah berjalan terus tanpa bisa dihentikan lagi. Sebuah kondisi pebisnis pemula yang tidak tahu apa-apa mengenai strategi paling aman dalam memulai sebuah bisnis. Mungkin dikarenakan kebanyakan startup berlatar belakang programmer yang notabennya berpendidikan teknik dan kurang mengerti strategi bisnis, jadi pada umumnya bergerak tanpa petunjuk yang memadahi. Bahkan cenderung tanpa arah yang jelas.

Di awal mulai berdirinya bisnis startup, bukan tidak mungkin pegawai Anda di akhir bulan pulang membawa gaji, sementara Anda pulang membawa tambahan beban hutang dan daftar tagihan-tagihan yang harus dibayar. Itu sebabnya, bahkan jika awalnya adalah seorang executive yang hAndal sekalipun di perusahaan saat ini. Peluang gagalnya saat mendirikan usaha sendiri masih sangat besar. Karena pada saat ini belum terbiasa berpikir sebagai pebisnis, karena masih terbiasa berpikir sebagai pegawai. Tidak adanya mental entrepreneur. Masih belum adanya tim yang solid serta keterbatasan dana yang ada, membuat pemilik bisnis yang baru saja berdiri terpaksa harus merangkap banyak sekali pekerjaan. Kurangnya kepercayaan antar tim startup pun menjadi nilai minus bagi bisnis yang menguntungkan dan bisa bertahan lama (suistanable).

startup-failure-post-mortem-top-reasons

 

Dikutip Chubbyrain

Seiring berjalannya waktu tentunya bisnis pasar digital ini pun mulai meningkat dengan beberapa informasi dan langkah-langkah agar startup dapat suistanable dengan bisnisnya, seperti kita ketahui dengan methodology “Lean Startup”, BERANI GAGAL DIAWAL BERKALI-KALI dengan “low cost”, asumsi resiko, peluang dari masalah yang berbuahkan solusi tepat agar mendapatkan user pengguna atau konsumen tepat dengan produk Anda walaupun minim fitur. Faktor utama startup untuk memulai bisnisnya terpentok dengan modal bisnis, hanya angel investor yang dapat membantu yaitu sanak saudara sendiri seperti orang tua, om, paman dan lainnya yang meminjamkan modal. Dikarenakan banyaknya startup yang membutuhkan investor-investor adapun inkubasi bisnis merupakan peluang bagi startup yang mempunyai ide-ide dan kreatifitas solusi untuk sebuah permasalahan yang mempunyai pasar tepat dan banyak (potensial user and buyer).

Dengan banyaknya tipe Investor-investor dan inkubasi bisnis ini, startup dapat lebih mengembangkan, menjalankan, komitmen dan eksekusi bisnis nya dengan baik agar suistanable. Karena dengan adanya methodology “Lean Startup” dan peluang banyaknya investor juga inkubasi bisnis merupakan awal dari gerbang startup untuk dapat memajukan usahanya dengan baik. Sebagai pemilik startup bisnis, semua tanggung jawab ada di pundak Anda. [h]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *